Jangan Takut Menjadi Pemikir Yang Sukses Walaupun Kecerdasan Akal Kurang

Blogger Inspirasi – Cara berfikir merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam menggapai keunggulan dalam kehidupan, dan kunci ini dianggap sebagai suatu keahlian, dimana keahlian yang dapat menghadapi setiap permasalahan dan keahlian dalam menjadi pemikir yang sukses itu sendiri.

Ketika melihat bahwa keahlian berfikir dianggap kurang dibandingkan dengan keahlian lainnya, maka sekuat tenaga harus meningkatkan dan memperbaiki aktifitas berfikir secara total sebagaimana meningkatkan keahlian lainnya.

Banyak orang meyakini bahwa berfikir dengan benar itu tergantung pada kecerdasan akal, artinya jika seseorang itu cerdas maka dia mampu berfikir dengan baik dan cepat. Namun, pada kenyataanya bagi penulis tidaklah demikian. Nyatanya banyak orang yang tidak diberi kecerdasan yang tinggi, mereka juga mampu menjadi orang yang sukses dan mampu berkarya. Karena memang mereka mau berusaha dengan giat untuk mewujudkan menjadi seseorang yang mampu menjadi pemikir yang sukses.

Kita tahu bahwa semua orang melakukan aktivitas berfikir secara terus menerus dan melakukannya sepanjang waktu. Namun banyak orang dengan mudah melupakan sistem kerja fikirnya begitu saja dan tak jarang mereka yang peduli dengan pengelolaan sistem kerjanya. Padahal dengan melupakan untuk berfikir akan menyebabkan berbagai masalah serius itu muncul begitu saja dalam kehidupan sehari-hari hingga kesuksesan itu tertunda untuk dicapai.

Permasalahan inilah yang biasanya dialami oleh banyak orang, mereka melupakan untuk mengasah keahlian berfikir hingga ia mudah dilanda rasa kesialan, marah, pertentangan internal dan gelisah. Tak heran jika generasi zaman now menjadi mudah mengeluh dan mudah merasa galau, karena mereka tak pernah peduli untuk mengelola fikirannya. Sebab aktifitas berfikir itu akan mengembalikan tingkatan berfikir dalam bentuk perasaan. Banyak orang menganggap semua itu adalah bawaan perasaan yang muncul dalam dirinya, namun kenyataannya perasaan dan fikiran itu ada senyawa yang terjalin diantara keduanya.

Cobalah untuk merasa marah tanpa disergap oleh fikiran marah! Cobalah merasa gelisah tanpa diresahkan oleh fikiran yang membangkitkan kegelisahan, atau rasakanlah kesedihan tanpa diserang oleh fikiran yang membangkitkannya, atau cemburu tanpa disertai perasaan yang memunculkannya.

Sesungguhnya hal itu tak akan mampu melakukannya, karena ini adalah tindakan yang mustahil. Pada kenyataannya, agar merasakan sesuatu, haruslah terlebih dahulu diserang atau disergap oleh fikiran-fikiran yang mengakibatkan munculnya perasaan itu.

Sejatinya kesialan tidak akan muncul begitu saja, kesialan adalah perasaan yang mengiringi pemikiran negatif tentang kehidupan. Ketika pemikiran negatif itu tidak ada, maka kesialan kecemburuan, keputus asaan, kegelisahan dan kegalauan itu tidak mungkin muncul begitu saja. Tiada satupun yang mengakibatkan munculnya perasaan negatif kecuali dari fikiran diri sendiri.

Sesungguhnya berfikir secara sistematis dan menjadi pemikir yang sukses adalah menuntut adanya sebuah latihan, jika masih belum peduli dengan alam fikirannya dan masih dihantui dengan fikiran-fikiran negatif, maka segeralah untuk berlatih dan mengenyahkan fikiran negatif itu dari benak anda, seperti halnya anda membebaskan diri dari gangguan lalat atau serangga saat anda sedang menikmati indahnya panorama alam. Cukup dengan mengusirnya dan anda akan terbebas dari masalah dan dapat menikmati wisata anda dengan gembira.

Ilustrasi tersebut sangatlah mudah untuk dimengerti bahwa dengan mengelola fikiran kita dan menghindari pemikiran-pemikiran negatif adalah sebuah cara untuk menjadi pemikir yang sukses. Ketika masih belum peduli dengan fikirannya dan masih berfikir negataif tentunya sama saja dengan menunda sebuah kesuksesan.

Hal inilah yang digunakan untuk menjadi pemikir yang sukses walaupun kita tidak mempunyai kecerdasan yang tinggi.

Mengembangkan Keahlian Berfikir

Pemikir yang sukses adalah orang yang mengembangkan keahlian berfikir yang dimiliki hingga ke level yang tinggi. Dia mampu mengarahkan akalnya untuk membahas mengenai berbagai masalah apapun.

Memahami Metode Penggunaannya

Pemikir yang sukses adalah mereka yang cakap dalam menggunakan piranti berfikir dan memahami metode penggunaannya. Mereka mengetahui apa yang akan dikerjakan dan kapan mereka harus mengerjakannya. Sedangkan hasil dari kecakapan ini adalah percaya diri dan efektivitas kerja.

Yakin dan Percaya Diri

Pemikir yang sukses itu dalam memulai kerjanya dengan keyakinan dan prediksi bahwa pada akhirnya nanti dia akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, seperti halnya memecahkan solusi dari masalah yang dihadapi, menentukan langkah, menyempurnakan kebulatan tekad, atau membuat keputusan final.

Pemikir yang sukses senantiasa mengetahui bahwa proses berfikir itu lebih penting daripada orang yang berfikir. Mereka memiliki rasa percaya diri tanpa tertipu, karena mereka mengetahui bahwa berfikir itu adalah suatu keahlian yang selalu mengalami evolusi atau perkembangan secara berlahan.

Tidak Egois Dan Mau Mengakui Kesalahan

Perhatian seorang pemikir yang sukses tidaklah ditegakkan atas sikap membenarkan pendapatnya sendiri dan menyalahkan pendapat orang lain yang bertentangan dengan dirinya, akan tetapi dia mampu menyingkap dimensi masalah dengan pengungkapan yang tematis. Pemikir yang sukses selalu siap mengakui kesalahannya sendiri dan siap menampakkan ketidak puasan terhadap metode berfikirnya, baik yang muncul dari dirinya sendiri maupun dari orang lain.

Berfikir Maju

Pemikir yang sukses adalah seorang pemikir yang lebih banyak berfikir membangun daripada meruntuhkan, karena yang paling penting menurutnya adalah menghasilkan sesuatu dan manjadikannya sebagai barang baru ditataran realitas, selain itu mereka adalah pribadi yang mau menolong dan mampu bekerja bersama dengan orang lain dan menyertai mereka dalam berfikir dengan cara yang positif.

Memahami Aktifitas Berfikir

Pemikir yang sukses mengetahui bahwa sensitivitas, perasaan dan standar nilai manusiawi itu adalah bagian dari aktifitas berfikir. Sebagaimana diilustrasikan diatas bahwa keadaan diri adalah bagian dari aktifitas berfikir yang memiliki korelasi dan ada senyawa yang terjalin antar keduanya, sehingga mereka menggunakannya hingga pada pilihan dan keputusan tertentu, karena mereka juga manusia normal dan bukan perangkat komputer.

Jadi, pemikir yang sukses itu mengetahui bahwa berfikir adalah kekayaan manusia yang asasi, dan masa depan dunia ini akan bergantung pada cara kita dalam menggunakan kekayaan tersebut itu. Jadilah manusia yang mampu berfikir sistematis dan menjadi pemikir yang sukses walaupun masih ada keterbatasan dalam diri anda.

Seorang penyair arab Ibnul Wardiy mengingatkanku pada syairnya yang menyebutkan:
“Jangan katakan telah hilang Tuhan-Tuhannya,
Semua orang yang berjalan di atas latihan pasti akan sampai.”

Oleh : Rovic Foundation “Teman Sejati Selamanya”

 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *