Nasi kebuli merupakan makanan asli Indonesia yang dibuat oleh warga keturunan Arab yang menetap di tanah air. Hidangan ini bercita rasa gurih dan berwarna kekuningan. Rasa gurih didapat dari kaldu daging dan dimasak dengan minyak samin. Nasi ditanak dengan bahan tersebut dan rempah-rempah sehingga aromanya menguar. Lezat. Dari aromanya, kita bisa dengan mudah mengenali masakan ini. Bagi yang belum terbiasa dengan kuliner satu ini, aroma nasi kebuli terasa kuat.

Nah, di Tuban ada satu warung nasi kebuli milik warga keturunan Arab. Warung ini cukup legendaris. Sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Pelangganya sudah banyak bahkan yang sudah berumur. Saya tahu warung ini dari almarhum ibu saya yang doyan nasi kebuli.

Lokasi Warung Nasi Kebuli

Saya seringnya mampir ke warung ini hari Minggu, sekalian jalan-jalan. Mumpung pagi hari, udara segar cocok untuk refresing hingga berburu kuliner lokal. Tak ada yang berubah, kuliner lokal tetap memiliki daya tarik yang besar. Tetap menjadi jujugan warga Tuban atau orang-orang perantauan yang ingin bernostalgia.

Buat teman-teman yang penasaran dengan lokasi warung nasi kebuli legendaris, inilah lokasinya:
Jalan Pemuda, depan toko Mutiara

Warungnya sederhana, bahkan tidak terlihat mencolok. Apalagi ketika kita datang di pagi hari disaat Jalan Pemuda ini berubah menjadi pasar jajan Tuban. Banyak pedagang kue, pembuat kue hingga pembeli yang bertransaksi disini. Pedagang dari daerah Tuban kulakan kue untuk dijual lagi. Demikian juga orang per orangan yang sengaja belanja kue.


Jalan Pemuda merupakan ini pusatnya kue murah (sekitar pukul 05.00 lebih) yang selalu ramai. Warung Bang Amat terlihat menyempil diantara deretan rumah dan toko-toko yang masih tutup. Di depan warung ini dipakai pedagang-pedagang untuk parkir kendaraan dan berjualan kue-kue. Sebagai patokannya, setelah melewati perempatan lampu merah Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Pemuda, teman-teman cukup mengurangi kecepatan. Warung Bang Amat berada di kanan jalan.

Menu Nasi Kebuli Hanya Ada 3 Hari Dalam Seminggu

nasi kebuli legendaris di tuban

nasi kebuli legendaris di tuban

Yang menarik di warung Bang Amat adalah ramainya pembeli sejak warung buka pada pukul 05.30. Jangan heran kalau sudah ada yang rela mengantre. Biasanya orang membeli tidak satu bungkus. Bisa tiga, lima bahkan lebih banyak lagi. Sedangkan yang melayani hanya dua orang. Salah satunya adalah pemiliknya yang sudah sepuh. Belum lagi kalau ada pembeli yang makan di tempat.

Seperti ketika saya datang di hari Minggu dan harus rela mengantre. Menunggu 3 orang yang datang dulu. Biasanya penjual sambil menyapa dan bercakap-cakap dengan pelanggan setianya. Hafal, loh pelanggan-pelanggannya.
Kuncinya harus bersabar. Pembeli akan dilayani berdasarkan urutan kedatangannya. Meski penjualnya tidak hafal siapa yang datang duluan, namun percayalah jika sudah gilirannya, pasti dilayani juga. Biasanya, penjual akan bertanya, “Sekarang siapa?” Kadang ada juga yang mau menyerobot.

Nasi kebuli ini berbahan dasar daging kambing. Rata-rata warung Bang Amat ini menghabiskan dua ekor kambing. Selain nasi kebuli ada menu gulai yang banyak peminatnya juga.

Agar tidak kecewa saat membeli nasi kebuli, ada baiknya jika teman-teman memperhatikan kapan menu ini tersedia. Karena hanya di 3 hari inilah, menu nasi kebuli bisa dinikmati para pelanggan. Catat hari-hari ini, ya!

Hari Minggu, Selasa dan Kamis

Harga Nasi Kebuli

Nasi kebuli ini isinya tidak banyak. Tidak sampai satu piring. Tapi menurut saya dengan porsi ini, sudah cocok. Kalau kebanyakan justru eneg. Kecuali jika teman-teman sengaja minta porsi lebih banyak dan tentunya harga berbeda dengan harga yang telah ditetapkan.

Per porsi nasi kebuli cukup dengan Rp 12.500.

Satu bungkus nasi kebuli terdiri dari irisan daging kambing, nasi kebuli, acar mentimun dan sambal goreng kentang. Dagingnya empuk dan bumbunya meresap ke serat-serat daging. Sementara nasi kebulinya terasa gurih dengan rempah-rempah yang khas dan takaran yang pas.

Jika teman-teman penasaran dengan nasi kebuli Bang amat, cobalah mampir di hari Minggu, Selasa atau Kamis. Sebaiknya datang pagi saja, karena warung ini tidak buka sepanjang hari.

^_^