Bangga Jadi Blogger, Hadiri Diskusi Publik Hari Pers Nasional 2019

Diskusi Publik, Hari Pers Nasional 2019 dengan mengambil tema “Menakar Netralitas Media Pada Pemilu 2019”. Baca sekilas judulnya saya mikir tentang politik. Kalau iya saya nyerah. Saya nggak ikut keriuhan politik! Gak mau datang! Tapi tunggu dulu… Ternyata acara tadi menarik. Bagi saya yang bermain di media sosial, ada banyak ilmu dan hikmah dari diskusi publik ini. Pengen nulis di blog tapi takut nggak kelar-kelar, jadi nulis status saja.

Pematerinya adalah:
Yosef Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers)
Gogot Cahyo Baskoro (anggota KPU Jatim)
Afif Amrullah (ketua KPID Jatim)

Menakar netralitas itu sangat sulit. Alat ukurnya apa? Bagaimana sanksi? Efektif atau tidak? Bagaimana kalau belum ada undang-undang yang mengatur? Kompleks juga…

Wartawan sering dianggap tidak netral karena berita yang disuguhkan cenderung menjadi corong kampanye. Toh, wartawan ini memiliki ruang untuk menulis pandangan politiknya di kolom Tajuk Rencana. Ini memang diperbolehkan. Beda kalau menulis berita tapi isinya kampanye. Kalau ada yang seperti ini bisa dilaporkan ke Dewan Pers dan diberikan sanksi.

Dewan Pers tidak memiliki wewenang membredel media, namun ada hukuman dari organisasi pers dan perusahaannya. Saat ini ketika suhu politik semakin hot, sudah dipastikan kalau media-media mainstream memihak salah satu paslon.

Mengapa susah untuk netral?
Karena media dikuasai oleh pemilik modal yang memiliki kepentingan terhadap Pemilu. Contohnya teve A yang mendukung salah satu Paslon namun tidak memberikan ruang untuk Paslon lawan. Sementara media memiliki tugas untuk mengajak masyarakat untuk datang ke bilik suara dan memberikan pilihannya. Jadi media tetap boleh kampanye dong dengan mematuhi aturan yang ada. Kalau media isinya kampanye mulu, bikin jengah kita.

Jika media tidak ikut mengkampanyekan para wakil rakyat, apa programnya, misi, dsb, kemungkinan masyarakat tidak tahu dan masih banyak yang golput. Contohnya begini, saya tidak tahu siapa saja yang nyaleg untuk di daerah, provinsi dan pusat. Nah, dari sini saya baru tahu kalau ada situs www.jariungu.com yang memuat profil para caleg. Sayangnya kok kurang lengkap.

 

Ditulis oleh : Nur Rochmaningrum – Emak Blogger Tuban sebagai perwakilan undangan

Editor : Andhika Nur Afian

Andhika Nur Afian

Blogger dan Programmer di Perahu Layar Kertas Web Developer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *