Diskominfo Gelar Workshop Audio Visual Gali Kreatifitas Pemuda Untuk Desa

BloggerTuban – Hai sobat blogger muda milenial setiap hari kita akan selalu menjumpai berbagai iklan di media online atau televisi dirumah sobat semua. Mungkin dibenak kalian bertanya, apa sih pentingnya iklan? Channel TV ini iklannya banyak kadang bikin jengkel juga kan?. Eits jangan prasangka buruk dari iklan, tanpa iklan atau media promosi sebuah produk tidak bisa dikenal luas sob! Maka iklan itu penting untuk mengenalkan sebuah produk atau potensi pengetahuan secara tidak langsung.

Dalam pengertian umum, iklan adalah sarana bagi upaya menawarkan barang atau jasa kepada khalayak ramai. Iklan adalah berita pesanan untuk mendorong dan membujuk orang agar tertarik pada barang atau jasa yang ditawarkan. Iklan adalah kegiatan memberitahukan suatu hal, barang, atau jasa melalui media massa. Media yang digunakan, antara lain televisi, radio, koran, majalah, internet, dan sebagainya. Iklan berfungsi untuk menawarkan barang atau jasa kepada orang banyak melalui berbagai media.

Kali ini Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tuban atau sering kita sapa Diskominfo menggali potensi kreatifitas pemuda-pemuda masa kini untuk dapat mengangkat potensi desanya, senada disampaikan oleh panitia bahwa tujuan pelatihan audio visual kali ini, kita sebagai generasi muda yang kreatif diharapkan mampu mendampingi baik di desanya atau desa tetangga agar mampu mempublikasi baik budaya atau produk khas.

Pelatihan ini (29/10/2019) yang dihadiri kurang lebih 20 peserta yang tergabung dan terdaftar komunitas blogger tuban dan RTIK Tuban memiliki minat dalam audio visual atau istilah lain videografer. Dengan narasumber pemuda asal kota tuban bergerak dalam produksi foto dan video sebut saja Werdha yang merupakan Tim Oxxy Foto yang beralamat di Wire, Gedongombo, Kec. Semanding.

Dalam pelatihan yang disampaikan diruang Training LPSE Tuban, Bahwa dalam kunci pembuatan sebuah video adalah setup kamera, jaga makna konten, stabil, Detil dan yang paling penting gunakan Frame Rate normal yaitu 24 FPS

Diakhir penjelasan materi Editing, beliau mengadakan sesi tanya jawab. Peserta banyak menanyakan bagaimana optimalisasi kamera handphone dengan konten yang menarik. Karena untuk menggunkan kamera cukup membutuhkan budget yang besar apalagi untuk pengambilan video udara. Peserta cukup antusias dengan langsung dipraktekan contoh pengambilan video, foto yang lebih berbobot sehingga ada cerita yang disampaikan.

Andhika Nur Afian

Blogger dan Programmer di Perahu Layar Kertas Web Developer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *