Puisi Rindu Kampung Halaman

Lokasi foto; Gerdu Laut Tuban
Lokasi foto; Gerdu Laut Tuban

 

Rindu Kampung Halaman

Di tengah hingar-bingar kehidupan di kota besar
Pada ujung senja ‘Ku tatap langit yang kian memerah.
Gedung-gedung yang menjulang
Mengingatkanku pada tebingtebing yang indah oleh lukisan dedaunan.

Tuban …
Di sebuah desamu aku dilahirkan
Oleh tanahmu aku dibesarkan.
Bentang sawah dan ladang
Dengan lekuklekuk indah pematangnya
Di situlah kulalui hari bersama bocahbocah penggembala.

Tuban …
Kini di rantau orang
Slalu ‘Ku rindukan kedamaian hidup di tanah kelahiran.
Kampung halaman yang menyimpan kenangan
Dudukduduk di atas tumpukan jerami
Memandang hilir-mudik para petani memanen padi.

Oh, Tuban …
Lekulekuk pantai indahmu
Laksana perawan yang bersolek menyambut sang pujaan.
Damaimu, pesonamu, membuatku semakin rindu.
Rindu kota kecilku, rindu tanah kelahiranku
Rindu pada kampung halamanku.
Tuban.

 

Sby, 12/25/2017
Djacka Artub

Djacka Artub

Mungkin tidak ada yang menarik dari tulisan saya. Tetapi saya selalu tertarik untuk menulis. Biar pun orang lain tidak tertarik untuk membaca tulisan saya, tetapi membaca tulisan orang lain selalu menarik bagi saya. "The act of writing and reading is one that appeals to me.".

5 tanggapan untuk “Puisi Rindu Kampung Halaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *