Uniknya Ramadan di Bumi Wali Tuban

Ramadan bulan yang penuh berkah bagi semua insan yang hidup di bumi menurut wiki adalah bulan kesembilan dalam kalender Islam,dan dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia dengan puasa (saum) dan memperingati wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad menurut keyakinan umat Muslim. Suasana ramadan di tiap daerah memiliki keunikan yang berbeda-beda. Salah satunya keunikan ramadan di kota Tuban, banyak sekali kegiatan yang menjadi semarak bulan penuh ampunan. Tradisi dan kegiatan yang disuguhkan, seperti : budaya ngabuburit (menunggu kumandang adzan maghrib), Jajanan Khas, Festival, dan Festival Musik Khas Tongklek.

Ngabuburit

Kegiatan untuk menunggu adzan maghrib dikumandang sebagai waktu berbuka, banyak hal yang dilakukan sebagian ada yang berkunjung ke masjid sembari mendengarkan kajian islam dari penceramah atau sembari berdzikir maupun membaca Alquran. Selain keagamaan juga ada yang ngabuburit dengan jalan-jalan sore di pantai, atau keliling mencari makanan khas ramadan untuk berbuka. selain itu juga ada tradisi bagi-bagi bubur, yang disebut bubur muhdor dimana Bubur yang hanya ada pada bulan ramadan itu menjadi makanan kegendaris karena ada sejak 1937. Warga Tuban mengenal bubur berbumbu gulai itu dengan sebutan Muhdor. Sebenarnya, Muhdor adalah nama masjid yang ada di kampung Kutorejo tersebut, bukan nama khas bubur. Karena pembuatannya dilakukan di halaman Masjid Muhdor, masyarakat akhirnya menyebut bubur muhdor. Bubur Muhdor merupakan ciptaan Syeikh Habib Abdul Qodir bin Alwi Aseggaf, tokoh terkemuka dari jazirah Arab. Dinamai bubur Muhdor karena tidak ditemukan di tempat lain di Nusantara. Makanan ini hanya dibuat di kompleks Masjid Al-Muhdhor, Kelurahan Kutorejo, Tuban, Jawa Timur. Resepnya diperkenalkan ke Tanah Air oleh keturunan Syeikh Habib Abdul Qodir sekitar seabad silam. Dibawah ini Video Tahun 2016 yang diliput oleh NET TV tentang Bubur Muhdor :

 

Tak heran jika ratusan warga rela mengantre demi bisa mendapatkan sepiring bubur yang dibuat warga keturunan Timur Tengah itu. Sejak pukul 15.00 WIB, ratusan warga baik orang tua maupun anak-anak sudah menunggu di halaman Masjid Muhdor Jalan Pemuda Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Kota. Begitu bubur tersebut masak, mereka saling berebutan agar bisa mendapatkan bubur tersebut.

Jajan Khas Bulan Ramadan

Jajanan khas sebetulnya setiap hari muncul di sekitar kita, tapi ketika dibulan ramadan jajanan ini begitu banyak penjual yang menjajakannya, seperti Kue putu (kue yang berisi gula jawa dan parutan kelapatepung beras butiran kasar. Kue ini di kukus dengan diletakkan di dalam tabung bambu yang sedikit dipadatkan dan dijual pada saat matahari terbenam sampai larut malam. Suara khas uap yang keluar dari alat suitan ini sekaligus menjadi alat promosi bagi pedagang yang berjualan.), Es Sirup Siwalan, dan jajanan tradisional, dan tak ketinggalan bubur muhdor.

Festival Tongklek Ramadan 2018 di Kec.Jenu

Festival Tongklek

Festival tongkel, kegiatan ini tak akan ketinggalan untuk memeriahkan bulan ramadan yang kadang setiap hari selalu tampil keliling bergantian disetiap kecamatan yang mengadakan, untuk pelaksanaan biasa setelah sholat tarawih hingga menjelang sahur. Apa sih Musik Tongklek? Panduan musik yang harmonis antara gong, kentongan, kulintang, Organ, dan alat pendukung laiannya. dibawah ini salah satu festival pada tahun 2017 :

Inilah keunikan bulan ramadan jika anda seorang perantauan di kota bumi wali, nantikan dan temukan ketiga kegiatan yang disebutkan diatas, yang jauh pun akan merasakan rindunya puasa di kota Tuban.

Andhika Nur Afian

Blogger dan Programmer di Perahu Layar Kertas Web Developer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *